Powered By Blogger
SELAMAT DATANG......^o^.......

Rabu, 02 Juni 2010

SKENARIO 2 (INDEPENDENT LEARNING) BLOK I

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Belajar merupakan hal yang penting dalam hidup. Belajar dapat dilakukan di mana saja dan dengan cara apa saja. Metode-metodenya pun bervariasi. Metode yang sedang banyak diterapkan adalah KBK dengan metode PBL.
Dalam PBL pebelajar dituntut untuk bisa belajar mandiri. Para ahli sering menyebut belajar mandiri dengan istilah Self-directed/Self Motivated atau Self-regulated Learning, Resource-based Learning, Flexible Learning, Open Learning, Independent Learning, dan Distance Learning. (Mudjiman, 2008)
Self-directed Learning adalah kegiatan belajar mandiri, sedangkan orang yang melakukannya sering disebut siswa mandiri (self-directed learners). Siswa mandiri diibaratkan sebagai para manajer dan pemilik tanggung jawab dari proses pembelajaran yang mereka lakukan sendiri. (Abdullah, 2001)
Di perguruan tinggi pembelajaran semacam ini sudah diterapkan di beberapa fakultas tertentu. Namun, untuk mahasiswa baru tentu merupakan hal yang baru.
Pada laporan blok I skenario 2 “Independent Learning”, akan diulas secara singkat mengenai Independent Learning atau Self-directed Learning, agar mahasiswa dapat memahaminya dan dapat mencapai tujuan pembelajarannya melalui Self-directed Larning.
B.       Rumusan Masalah
1.    Apakah yang dimaksud dengan Independent Learning?
2.    Apakah yang dimaksud dengan Self-directed Learning?
3.    Apa yang dimaksud dengan Deep Learning?
4.    Apa yang dimaksud dengan Critical Thinking?
5.    Apa manfaat Self-directed Learning?
6.    Apa tujuan Self-directed Learning?
7.    Apa kelebihan dan kekurangan Self-directed Learning?
8.    Bagaimanakah manajemen waktu yang baik?
C.      Tujuan
Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial kedua blok I “Independent Learning”, agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya:
1.    Mampu memahami definisi, karakteristik, Independent Learning dan Self-directed Learning.
2.    Mampu memahami Deep Learning, Critical Thinking, dan manajemen waktu yang baik.
3.    Mampu memahami manfaat dan tujuan Self-directed Learning
4.    Mampu memahami kelebihan dan kekurangan Self-directed Learning.
D.      Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan laporan tutorial kedua ini adalah sebagai berikut:
1.    Mahasiswa mampu memahami apa yang dimaksud dengan Independent Learning dan Self-directed Learning.
2.    Mahasiswa mengetahui manfaat dan tujuan Independent Learning dan Self-directed Learning.
3.    Mahasiswa mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan Independent Learning dan Self-directed Learning.
4.    Mahasiswa mengetahui bagaimana manajemen waktu yang baik, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan Self-directed Learning.


BAB II
STUDI PUSTAKA

·          SELF-DIRECTED LEARNING DAN INDEPENDENT LEARNING
a.    Definisi
o   Self-directed Learning adalah sesuatu proses dimana seseorang memiliki inisiatif dengan atau tanpa bantuan orang lain untuk menganalisis kebutuhan belajar. (O’Shea, 2003)
o    Independent Laerning atau belajar bebas merupakan kegiatan belajar yang tujuan belajar maupun cara mencapai tujuan itu ditetapkan sendiri oleh pebelajar. (Mudjiman, 2008)
o    Independent Learning yakni pebelajar memiliki kontrol atas proses belajarnya sendiri, dan didorong untuk menyusun rencana pembelajarannya sendiri. (Dent et al, 2006)
o   Karakteristik yang tercantum dalam proses PBL adalah sangat mengutamakan belajar mandiri atau self-directed learning. (Amir et al, 2009)
o    Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki. Penetapan kompetensi sebagai tujuan belajar, dan cara pencapaiannya – baik penetapan waktu belajar, tempat belajar, irama belajar, tempo belajar, cara belajar, maupun evaluasi belajar – dilakukan oleh siswa sendiri. (Mudjiman, 2008)
b.   Ciri-ciri
o   Tanggung jawab, dalam mengendalikan dan mengarahkan belajarnya sendiri berada ditangan pebelajar.
o   Membebaskan pebelajar untuk tidak harus berada pada satu tempat dalam satu waktu tertentu.
o   Disediakannya berbagai bahan termasuk panduan belajar dan silabus yang rinci serta akses ke semua anggota fakultas (penyelenggara pendidikan) yang memberikan layanan bimbingan.
o   Komunikasi antara pebelajar dengan instruktur atau tutor dicapai melalui satu atau kombinasi dari beberapa teknologi komunikasi.
(Institut for Distance Education of Maryland University)
o   Ada niat, motif, atau kemauan untuk melakukan usaha mencapai kompetensi. (Mudjiman, 2008)
o   Berlangsung dengan atau tanpa bantuan orang lain. (Mudjiman. 2008)
c.     Metode
Ada beberapa metode yang perlu dilakukan agar pembelajaran pada SDL tercapai secara maksimal. Dalam berpikir kita dituntut berpikir mendalam (deep learning), kritis (critical thinking), dan dapat mengatur waktu dengan efektif dan efisien. Berikut ini penjelasan masing-masing.
·         Deep Learning
o   Definisi
Deep learning adalah Pengujian fakta-fakta baru dan ide kritis, dan menyambungkan keduanya ke dalam struktur kognitif serta membuat banyak cabang dari ide-ide tersebut. (Biggs, 1999)
o   Karakteristik
1)        Orang Independent dan Self directing. (Beswick, 2006)
2)        Memiliki pengalaman yang sangat luas. (Beswick, 2006)
3)        Lebih termotivasi untuk belajar lewat diri sendiri. (Beswick, 2006)
4)        Belajarnya sampai akar-akarnya. (Beswick, 2006)
5)        Menghubung-hubungkan dengan berbagai informasi yang didapat.
6)        Memakai pengetahuan dalam kehidupan nyata.
7)        Mengintegrasikan sesuatu dengan pengetahuan yang sudah didapat.

·         Critical Thinking
o   Definisi
1)        Kemampuan untuk membuat suatu penilaian yang rasional atau beralasan. Tatakrama berpikir yang digunakan seseorang untuk mengukur atau menilai validitas/kebenaran sesuatu seperti pernyataan , kisah, argument, penelitian. (Chaerumam, 2009)
2)        Critical thinking adalah mengarahkan dirinya untuk berusaha berpikir untuk mendapatkan alasan pada tingkat tertinggi dari cara berpikir anda  Orang yang berpikir kritis secara konsisten, akan hidup rasional, beralasan, dan empati. (Elder, 2007)
o   Manfaat dalam Pembelajaran
1)      Mendapatkan kepuasan tersendiri karena segala masukan yang diberikan kepada kita, kita cari bukti kebenarannya. (Sunardi, 2003)
2)      Memperluas pengetahuan kita. (Sunardi, 2003)
3)      Meningkatkan retensi belajar.
·         Manajemen Waktu yang Baik
Untuk mencapai tujuan pembelajaran pada belajar mandiri, kita perlu mengatur waktu kita. Setiap orang memiliki strategi pengaturan waktunya masing-masing. Agar komitmen itu terpenuhi, pertanyaan-pertanyaan di bawah dapat digunakan untuk megawali aktivitas mereka. (Moust et al, 2001)
o   Apakah waktu yang Anda gunakan dalam suatu hari sudah produktif?
o   Apakah harapan yang Anda terapkan sudah sejalan dengan niat produktif Anda?
o   Apa yang paling membuat Anda membuang waktu?
o   Apakah jadwal yang Anda terapkan cukup menyeimbangkan Anda?

d.    Manfaat SDL
1.      Dapat melatih pengembangan self learning skills yang diperlukan untuk melaksanakan lifelong learning selepas masa pendidikan formal. (Mudjiman,2008)
2.      Dapat menggugah motivasi belajar. (Mudjiman, 2008)
3.      Menghilangkan strees dalam belajar.
e.     Tujuan SDL
o      untuk membekali pebelajar dengan ketrampilan yang dibutuhkan agar termotivasi untuk belajar hari ini dan seterusnya disepanjang hidupnya (life long learners). (Bernadette, 2005)
f.       Kelebihan dan Kekurangan SDL
o   Kelebihan
1.      Fleksibel. (Zulkabir, 2005)
2.      Mendorong disiplin dan ketrampilan. (Zulkabir, 2005)
3.      Mahasiswa dapat menyelesaikan kuliah sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. (Zulkabir, 2005)
o   Kekurangan
1.      Menuntut disiplin tinggi dan kemandirian belajar yang tinggi. (Zulkabir, 2005)
2.      Memerlukan bimbingan dan tutorial yang intensif. (Zulkabir, 2005)
3.      Membuat mahasiswa terlena/keblabasan. (Zulkabir, 2005)


BAB III
PEMBAHASAN

Analisis Skenario
Dari skenario II “Independent Learning” telah didapatkan informasi sebagai berikut:
1.        Seorang mahasiswa fakultas kedokteran berminat pada kuliah perkenalan tentang pentingnya belajar mandiri (Self-directed Learning).
2.        Dia bingung bagaimana caranya mengatur waktu karena jadwal begitu padat, sedangkan ia ingin berhasil dalam pembelajaran di kelasnya yang menggunakan PBL.
3.        Dalam pelaksanaan SDL mahasiswa dituntut untuk memiliki sikap deep learning dan critical thinking dalam aktivitas pembelajarannya maupun  terhadap sumber pembelajarannya.

Berikut merupakan pembahasan skenario:
·           Belajar mandiri atau sering disebut Self-directed Learning/Independent Learning adalah kegiatan belajar aktif yang berawal dari niat pebelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Cara mencapai tujuan pembelajaran itu pun ditentukan sendiri oleh pebelejar.
·           Independent Learning memilki ciri-ciri:
o      Bebas.
o      Menyenangkan siswa.
o      Belajar sendiri/berkelompok/dengan guru.
o      Tanggung jawab keberhasilaan ada pada pebelajar sendiri.
o      Dituntut berpikir kritis dan dalam.
·           Self-directed Learning memilki ciri-ciri:
o      Ada motif atau niat.
o      Sistematis.
o      Diterapkan pada pembelajaran formal-tradisional.
o      Bertujuan memotivasi pebelajar.
o      Tanggung jawab keberhasilaan ada pada pebelajar sendiri.
o      Dituntut berpikir kritis dan dalam.
·           SDL dan IL secara umum memilki pengertian yang sama yaitu belajar mandiri. Namun, IL cenderung memiliki penekanan pada kebebasannya. Bebas dalam arti di sini bebas dengan belajarnya. Bisa belajar betul-betul sendiri, dengan kelompok tanpa pembimbing, atau hanya kita dengan pembimbing. Pembimbing di sini hanya berperan sebagai fasilitator saja. Pebelajar yang aktif mencari materi yang diperlukan. SDL adalah konsep yang hendak dimasukkan dalam sistem pendidikan formal-tradisional yang lebih menekankan pada motivasi, agar pebelajar dapat menerapkan longlife learners selepas mereka dari pendidikan formal.
·           Dalam mengatur waktu seseorang pasti memiliki kiat-kiatnya masing-masing. Dari banyak kiat itu, intinya kita harus:
1.      Memproduktifkan waktu yang kita miliki. Baik untuk belajar, ke kampus, tidur atau refreshing.
2.      Mengetahui apa yang membuat kita membuang waktu. Bukan hanya sekedar mencari tahu sebabnya, tapi juga menghilangkan itu agar waktu kita tidak sia-sia.
3.      Menyeimbangkan waktu sesuai dengan porsinya masing-masing.
·          Deep learning adalah proses berpikir sampai ke akar-akarnya. Sehingga dari satu hal kita bisa memahami hal-hal lain yang terkait dengan hal tersebut. Contohnya kita ingin membeli minuman di penggir jalan. Dalam benak, kita bertanya dari mana air itu diambil? Dimasak dahulu atau tidak? Bagaimana cara membuatnya? Apakah bahannya bersih? Bagaimana mencuci gelasnya? Mencuci dengan air apa?
·          Critical thinking adalah berpikir kritis, mencari alasan-alasan yang rasional untuk memecahkan masalah, dan tidak mudah percaya dengan sebuah sumber pembelajaran yang kita dapat.


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan
Dari materi yang telah diuraikan pada Studi Pustaka dan dalam kaitannya dengan kasus skenario, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Self-directed Learning/Independent Learning pada umumnya adalah sebuah istilah yang sama maknanya yaitu belajar mandiri. Belajar mandiri belajar yang didasarkan atas niat dan motif diri sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang caranya pun ditetukan oleh pebelajar sendiri. Namun, IL lebih berarti bebas dalam belajarnya, sedangkan SDL lebih sistematis dan menekankan pada motivasi.
Agar Self-directed Learning bisa mencapai tujuan pembelajaran, kita dituntut untuk memiliki sifat deep learning (berpikir mendalam) dan critical thinking (berpikir kritis) dalam menghadapai sumber pembelajaran dan pada aktivitas pembelajaran. Karena kesuksesan belajar mandiri ada pada individu yang melakukannnya.
Selain deep learning dan critical thinking, perlu juga manajemen waktu yang baik. Caranya diantaranya memproduktifkan waktu semaksimal mungkin, dan meminimalkan hal yang membuat kita banyak membuang waktu.
B.       Saran
Berdasarkan pembahasan ada beberpa hal penting yang perlu diperhatikan:
1.    Agar mahasiswa tidak bingung dalam mengatur waktu perlu dibuat jadwal tertulis untuk masing-masing individu.
2.    Perlu adanya komitmen dari pebelajar untuk menaati peraturan yang dibuatnya sendiri.
3.    Keaktifan pebelajar mutlak dituntut dalam belajar mandiri
4.    Tutor harus “belajar” dan “belajar ulang” agar tetap terus relevan dan menginspirasi pebelajar untuk memaksimalkan potensi mereka.


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M.H., 2001. ERIC digest. No. 169
Amir, M, Taufiq. 2009. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning. Jakarta: Kencana
Bernadette M. Black. Integrate Self-Directed Learning Into Course Design. http://www.google.com. (5 Oktober 2009)
Beswick, David. 2006, Management Implications of The Interactions Between Intrinsic Motivation and Extrinsic Rewards. Melbourne: University of Melbourne
Biggs, J., (1999). Teaching for Quality Learning at University. SHRE and Open University Press
Chaeruman, Uwes A. Critical thinking skills. http://www.fakultasluarkampus.net.  (5 Oktober 2009)
Dent J. A., Harden R. M., 2006. A Practice Guide for Medical Teachers. Livingstone: Elsevier Chrchill
Elder, Linda. Another Brief Conceptualization of Critical Thinking. http://www.criticalthinking.org (5 Oktober 2009)
Institut for Distance Education, University of Maryland, Three Models of Distance Education, artikel pada website: http://www.umuc.edu, diakses pada 7 Oktober 2009
Moust, Jos H C., Peter A. J. Bouhuijs, Henk G. Schmidt, 2001. Problem Based Learning: A Student Guide, Wolters-Noordhoff Groingen
Mudjiman, H., 2008. Belajar Mandiri (Self Motivated Learning). Surakarta:LPP dan UNS Press
O’Shea, E., 2003. Self-directed Learning in nurse education: a review of literature. Journal of Advanced Nursing. 43:62-70
Sunardi, 2003. Paradigma Untuk Mengejar Ketertinggalan Kualitas Pendidikan di Indonesia. Solo: UNS Press
Zulkabir. Keefektifan Independent Learning serta Kelebihan dan Kekurangan. http://uwes@pustekkom.go.id. (7 Oktober 2009)

2 komentar:

  1. ijin buat belajar (mini quiz besok) nuwun

    BalasHapus
  2. El Yucateco Resort Casino - MapYRO
    The El Yucateco 삼척 출장샵 Resort 아산 출장안마 is 구리 출장샵 an upscale supper club with two full floors of living 전라북도 출장샵 space, two full bathrooms, two full bathrooms, 구리 출장마사지

    BalasHapus